
PERTUNJUKAN sirkus modern pertama kali diperkenalkan Philip Astley, seorang sersan mayor dari kavaleri Inggris sekitar 1770. Ia mengembangkan seni pertunjukan ini dengan membuka sebuah lingkaran berkuda di London, di mana Philip sendirilah yang beratraksi di atas kudanya.
Waktu berlalu, Philip pun mulai menambahkan seorang badut pada pertunjukannya. Ia juga menambahkan atraksi para juggler dan orang-orang yang beraksi dengan berjalan di atas tali.
Atas terobosannya itulah, Philip Astley kemudian sering disebut sebagai Bapak Sirkus. Ia sukses dengan Sirkus Londonnya sehingga banyak orang mencoba melakukan hal yang sama di seluruh Eropa.
Salah satu yang terkenal adalah Antonio Franconi. Ia dan anak-anaknya - yang dilanjutkan cucu-cucunya - membuka sebuah sirkus di Paris. Keluarga Franconi akhirnya menjadi terkenal dengan atraksi menunggang kuda yang dipertunjukkan oleh kuda yang menari.
Ketika banyak orang dari Eropa pergi ke Dunia Baru yakni Amerika, sirkus pun pelan tapi pasti ikut berkembang di sana.
Berawal dari kebiasaan para pendatang membawa buruannya yakni seekor beruang liar ke pemukiman terdekat dan mempertontonkannya. Beberapa bahkan dilatih hingga bisa memberikan pertunjukan yang lebih menghibur. Inilah yang kemudian dipercaya sebagai permulaan pertunjukan sirkus di Amerika.
Sirkus pertama yang sesungguhnya di Amerika dimulai oleh seorang Skotlandia, John Bill Ricketts, tiba di Amerika tahun 1792. Ahli berkuda yang kemudian menetap di Philadelphia ini membuka sirkusnya tanggal 3 April 1793. George Washington, presiden Amerika, adalah salah satu penontonnya.
Sirkus Ricketts mempunyai seorang badut dan pejalan tali. Namun aksi utamanya adalah akrobat di atas kuda. Di atas kudanya yang diberi nama Cornplanter, John akan melompat tinggi dan mendarat di atas kuda lain. Oleh karena jasa-jasanya, nama Bapak Sirkus Amerika diberikan kepada John Bill Ricketts.
Selama bertahun-tahun, setiap pertunjukan sirkus selalu mempunyai 'pertunjukan sampingan.' Tenda-tenda kecil dibangun di sekitar tenda utama. Di dalam masing-masing tenda terdapat sesuatu yang spesial untuk ditonton.
John Bill Ricketts memulai kebiasaan ini ketika ia membeli seekor kuda putih bernama Jack. Ini adalah kuda yang dulunya ditunggangi Presiden Washington pada waktu perang melawan Inggris. Kuda yang terkenal ini dipertunjukkan di sebuah kandang khusus. Ini adalah pertunjukan sampingan pertama di sirkus Amerika pertama.(sumber utama:wikipedia)
Jumat, 01 Agustus 2008
Terobosan Philip Astley
Sirkus, Para Gadis, dan Anak-anak Pulau Krete

KALAU saja anak-anak muda di Pulau Krete di kawasan Laut Mediterania tak punya kebiasaan beratraksi melompati banteng dan memegang tanduknya saat melayang di udara, sirkus barangkali tak akan pernah ada di dunia ini.
Sekitar empat ribuan tahun lalu, anak-anak muda di pulau kecil ini memang terbiasa untuk itu. Aksi mereka ditonton oleh warga setempat, tak terkecuali para gadis remajanya yang diam-diam memilih pasangan.
Literatur terkait kisah anak-anak muda di Pulau Krete sendiri tak banyak ada, kecuali dari dongeng mulut ke mulut dan beberapa peninggalan yang menguatkannya. Meski demikian sebagian ahli percaya, inilah cikal bakal pertunjukan sirkus seperti yang kita kenal sekarang.
Sebgian ahli juga berpendapat bahwa sirkus yang kita kenal berasal dari zaman Romawi kuno, bersamaan dengan munculnya pertunjukan gladiator yang bertarung di circus maximus yang terjemahan bebasnya kira-kira berarti arena pertunjukan berbentuk lingkaran di mana para penonton duduk melingkar dan berundak (circus berarti lingkaran, maximus berarti hebat atau besar).
Di circus maximus inilah, selain gladiator biasanya juga dipertunjukkan atraksi dari para prajurit yang menunggang kereta kuda seperti yang biasa mereka pakai untuk berperang. Suasana biasanya juga dimeriahkan oleh atraksi para pemain akrobat bermain juggling (lempar tangkap) dengan aneka benda, baik berupa bola kecil, ring, atau pisau.
Dikisahkan, hampir seribuan tahun pertunjukan di circus maximus ini bertahan hingga peperangan mulai melanda negeri ini. Saat perang semakin hebat, orang tak lagi bisa datang ke circus maximus untuk menonton. Sebagian besar gladiator ikut berperang, dan para pemain akrobat kehilangan pekerjaan.
Untuk menyambung hidup, beberapa gladiator tua dan para pemain akrobat kemudian bergabung dalam kelompok-kelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil inilah yang kemudian melanjutkan pertunjukkan circus dan berkeliling ke pelosok negeri, bahkan hingga ke Eropa.
Di daratan Eropa inilah kabarnya, para pemain akrobat keliling ini mulai kerap diundang untuk tampil memeriahkan pesta. Termasuk pada perayaan Santo Bartolomeus (1123) di mana hanya pemain akrobat dan pelempar paling hebat yang diundang untuk mempertunjukkan aksinya.
Dalam perkembangannya kemudian sirkus juga diramaikan dengan trapeze (palang gantung), rope-dancing, salto ungkit, trampolin, serta pertunjukan binatang, dan badut. (sumber utama: wikipedia)

