Yans Studio, 081320550019,
email yans.juggler@gmail.com

Jumat, 04 Juli 2008

Peresaian

SENI Peresaian berkembang di tanah lombok sejak ribuan tahun lalu. Warga setempat percaya, seni ketangkasan ini adalah peninggalan nenek moyang suku Sasak yang pernah bermukim di sana.

Disebut peresaian karena pada kesenian ini, dua pepadu (petarung) yang berada di gelanggang akan membawa perisai (ende) yang terbuat dari kulit lembu, sapi atau kambing yang sudah dikeringkan dan agak mengeras. Ende ini dijadikan sebagai tameng bagi para pepadu yang akan bertarung.

Para pepadu juga membawa rotang yang akan digunakan sebagai senjata. Panjang rotang yang dibawa kira-kira dua meteran.

Pertunjukan dimulai dengan ditabuhnya genderang seiring suara seruling. Saat musik mengalun, para pekembar, semacam koordinator pertandingan, turun ke gelanggang dan menari sambil memainkan ende.

Saat pekembar asyik menari, satu persatu pepadu turun ke gelanggang. Para pepadu akan saling berhadapan, siap bertarung.

Faktor keberanian dan ketangkasan para pepadu menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi para penonton.

Sebelum bertarung, para pepadu akan diminta kesepakatannya untuk saling menjaga. Sementara, ketika pertarungan usai, para pepadu akan saling berangkulan dan bersalaman walaupun salah satu mengalami luka dan mengucurkan darah.(*)


Tidak ada komentar: